Preparation for Retirement

PREPARATION FOR RETIREMENT

  1. Diskripsi Pelatihan
    Merupakan pelatihan untuk mempersiapkan diri menjelang pensiun bagi para karyawan yang akan memasuki masa pensiun sebagai pegawai suatu perusahaan atau lembaga. Persiapan seperti apakah yang diperlukan bagi pegawai yang akan memasuki masa pensiun? Tentunya setiap pegawai yang akan memasuki masa pensiun akan merasakan dan berpikir mengenai hal hal sebagai berikut:
    1. Apakah saya siap menghadapi kenyataan bahwa ritual hidup saya pada setiap hari Senin hingga hari Jumat kemungkinan besar akan berbeda sama sekali terutama yang berkaitan dengan pekerjaan? Bila sebelum pensiun selalu ada tugas tugas kantor yang jelas sesuai dengan job description yang diberikan oleh perusahaan kepada saya, maka setelah pensiun saya kemungkinan besar tidak lagi menjalankan rutinitas kerja seperti yang sekarang saya lakukan di kantor.
    2. Bagaimanakah perasaan saya nanti setelah pensiun, ketika saya tidak lagi memakai embel embel status jabatan sebagai karyawan atau pimpinan perusahaan? Saya tidak lagi dilihat oleh tetangga dan teman memakai baju seragam kantor, atau barangkali memakai dasi, baju safari atau berjas? Ketika saya memperkenalkan diri saya tidak lagi dapat memberikan kartu nama perusahaan?
    3. Apakah saya siap bahwa ketika pensiun tiba saya tidak lagi dapat bertemu secara rutin setiap hari kerja dengan teman teman kantor yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri? Begitu panjang waktu yang saya habiskan setiap minggunya dengan teman teman saya selama puluhan tahun. Setelah pensiun saya paling akan bertemu sekali sekali saja, mungkin ketika berolah raga di hari Sabtu atau Minggu. Bahkan mungkin hal itu tidak terjadi kalau saya harus pindah ke kota asal saya.
    4. Kegiatan apakah yang akan saya lakukan setiap harinya? Ketika aktif bekerja di kantor seperti sekarang ini, waktu sepertinya cepat berlalu, sementara pekerjaan tidak kunjung habis habisnya. Kita sepertinya kekurangan waktu untuk bisa berbincang dan bersantai dengan keluarga, menekuni hobi yang kita sukai, dan melakukan aktifitas sosial. Tetapi setelah memasuki masa pensiun, seketika saja kita memiliki waktu yang amat banyak. Mungkin saja hal ini akan kita hadapi selama belasan tahun lagi bila Tuhan Yang Maha Kuasa mengijinkan.
    5. Ada satu lagi persoalan yang sangat penting dalam kehidupan di dunia ini, yaitu masalah uang. Ketika bekerja di kantor seperti sekarang ini, pada setiap bulannya sejumlah uang otomatis akan bertambah pada rekening kita di bank dan pendapatan yang kita sebut gaji itu hampir dapat dipastikan kapan akan kita terima dan berapa jumlahnya. Kita lebih mudah melakukan pengaturan keungan. Namun ketika memasuki masa pensiun, uang pensiun yang dibayarkan setiap bulannya pada umumnya jumlahnya antara 30% hingga 50% dari jumlah penerimaan gaji sebelum pensiun. Disamping itu kita tidak lagi menerima tunjangan transport, makan minum, pakaian, uang tambahan dari perjalanan dinas, dll. Memang benar kita akan menerima sejumlah uang lump sum pensiun dalam jumlah yang relatif besar. Tetapi kemudian timbul pertanyaan, bagaimana sebaiknya uang tersebut dikelola? Karena mungkin dalam beberapa waktu ke depan anda masih harus mengeluarkan dana investasi pendidikan untuk anak di perguruan tinggi. Atau mungkin anda harus membiayai pernikahan anak anda, dan lain lainnya. Jadi kita perlu memiliki pengetahuan dan cara cara mengelola keuangan keluarga dengan baik.
    6. Seringkali kita dengar keinginan yang besar dari para calon pensiunan untuk memulai babak baru dalam pekerjaaan dengan menjadi wiraswasta. Nah tentu saja bekerja sebagai wiraswasta tentulah sangat berbeda dalam benyak hal dengan bekerja sebagai pegawai. Kemudian akan timbul pertanyaan apakah saya cocok untuk menjadi wiraswasta? Faktor faktor apa sajakah yang harus dipertimbangkan dan dipelajari terlebih dahulu? Dan bagaimana kita harus memulainya
  2. Tujuan Pelatihan
    Tujuan pelatihan adalah untuk menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut di atas dengan cara memberi bekal pengetahuan, pengalaman dan pemikiran kepada para calon pensiunan dalam mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun. Sehingga para calon pensiunan akan merasa lebih tenang, lebih damai, lebih mengetahui arah tujuan yang akan dicapai dalam kehidupan setelah masa pensiun, memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan keluarga, dan memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana mentransformasikan diri dari pegawai menjadi wiraswasta.
  3. Sasaran Pelatihan
    Setelah pelatihan berakhir, para peserta diharapkan akan memahami dan menjadi lebih siap untuk menghadapi hal hal sebagai berikut:
    1. Lebih menyadari dan memahami arti dari masa pensiun sebagai hal yang alamiah dan lumrah yang akan dihadapi oleh siapapun juga. Yang membedakannya adalah bagaimana cara mengahadapinya.
    2. Memahami cara cara menghadapi post power syndrome dan menghadapi stress karena pensiun.
    3. Kepercayaan diri yang semakin meningkat dalam mengahadapi masa pensiun sehingga tidak panik dan tidak melakukan langkah langkah atau keputusan yang merugikan.
    4. Memiliki dorongan motivasi untuk melihatnya sebagai peluang kehidupan yang harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga masa pensiun menjadi babak kehidupan menarik dan menyenangkan.
    5. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengelola keuangan keluarga dengan baik.
    6. Memperoleh gambaran dan kiat kiat untuk menjadi wiraswasta pemula yang dipersiapkan dengan baik. Kemudian menghindari keadaan di mana kita melakukan alih profesi secara drastis dari menjadi pegawai ke menjadi wiraswasta, tetapi dilakukan tanpa persiapan atau bahkan mungkin secara serampangan.
    7. Bila pelatihan diikuti secara berpasangan dengan istri atau suami, maka keadaan ini tentu akan sangat ideal sebagai peluang dan media untuk menyamakan persepsi mengenai masa pensiun, mempersatukan kembali misi dan visi hidup sebagai sebuah keluarga.
  4. Durasi Pelatihan: 3 s/d 5 hari
    Materi Pokok Pelatihan
    1. Pengantar dalam memasuki masa pensiun.
    2. Mengelola diri sendiri menjelang dan setelah pensiun agar tidak post power syndrome dan stress.
    3. Mengelola keharmonisan hubungan antara anggota keluarga (ayah, ibu dan anak) menjelang dan setelah pensiun.
    4. Kiat kiat menjaga kesehatan dan energi dengan menjalankan ritual kehidupan secara sehat baik jasmani, intelektual, emosional maupun sehat secara rohani.
    5. Bagaimana mengelola keuangan keluarga secara sehat, mengelola investasi dalam berbagai bentuk simpanan di bank dan lembaga keuangan, property tanah dan bangunan, asuransi dll.
    6. Bagaimana menjadi wiraswasta pemula yang dipersiapkan dengan baik. Aspek perubahan paradigma dan mengembangkan kepribadian wiraswasta.
    7. Kiat kiat menjual dengan berhasil sebagai bagian penting dari profesi wiraswasta.
    8. Multilevel marketing: pengertian, cara kerjanya serta manfaatnya.
    9. Kiat kiat menjadi wiraswasta sebagaimana dijelaskan oleh para pelaku UKM yang telah berhasil melakukan alih profesi dari pegawai menjadi wiraswasta.
    10. Contoh contoh usaha franchise dan usaha UKM seperti agrobisnis, hidrophonik, perikanan, bengkel, peternakan sapi dan perdagangan sapi, mini market, biro perjalanan, catering, penyewaan alat alat pesta, kerajinan tangan, garment, pijat refleksi, dll.
    11. Kunjungan ke tempat usaha.
Document List
FileDescriptionFile size
Download this file (Brosur Persiapan Pensiun.pdf)Brosur Persiapan PensiunBrosur212 Kb
 
BiznisContact, Gedung Graha Pratama Lt. 11 Jl. M.T. Haryono Kav. 15 Jakarta 12810, Telp. (021) 8379 3671, Fax. (021) 8379 3670